Showing posts with label kekanak-kanakan. Show all posts
Showing posts with label kekanak-kanakan. Show all posts

Tuesday, June 7, 2016

Cinderella Compleks, ketika Sang Gadis Takut Mandiri

Cinderella, menyebut nama ini membuat ingatan kita terpaku pada ibu peri, sepatu kaca dan pangeran tampan. Lalu apakah Cinderella Complex itu?
.
Cinderella Complex  adalah sebuah masalah psikologi dimana seorang wanita tidak dapat mandiri dan menyelamatkan diri sendiri. Pada alam bawah sadarnya dia memiliki ketakutan untuk berdiri sendiri dan membutuhkan orang lain untuk menyangganya.
.
Cinderella Complex ditulis pertama kali oleh seorang Terapis Newyork bernama Collete Dowling pada tahun 1960. Cinderella digambarkan sebagai seorang gadis cantik yang hidup bersama ibu tirinya. Cinderella hidup mengabdi pada ibu dan saudara tirinya walau dia selalu mendapat tugas berat dari ibu tirinya. Dia tetap tinggal di rumah itu tanpa upaya untuk pergi dari rumah hingga seorang pangeran tampan datang menjemputnya. 
.
Wanita dengan Cinderella Complex pun demikian. Mereka terus membutuhkan orang lain untuk membantunya hidup. Jika dia dalam masalah maka dia percaya akan ada orang lain yang menolongnya.
.
Munculnya Cinderella Complex ini karena kesalahan pola asuh dan faktor budaya. Anggapan bahwa wanita makhluk yang lemah dan harus dilindungi kaum pria membuat Cinderella Complex tumbuh subur, Sehingga mereka yang memiliki Cinderella Complex tidak berani membuat keputusan sedikitpun.
.
Pola asuh yang memanjakan dan terlalu melindungi anak perempuan juga menjadi pupuk yang menyuburkan Cinderella Complex, terutama jika yang melakukannya adalah Ayah. Tak jarang wanita dengan cinderella complex mencari pria yang jauh lebih tua yang berkepribadia seperti ayahnya sebagai pasangan hidupnya. Apakah Anda juga melakukan ini pada anak perempuan Anda? Jika iya, berubahlah mulai sekarang.. ^_^ 
.
Saya paham, sebagai orang tua kita sangat mencintai anak-anak kita. Apalagi sebagai ibu, yang mengandung dan melahirkan, tak ingin rasanya kalau anak kita disakiti oleh orang lain, ingin hati anak selalu bahagia. Hingga kadang kita terlalu mengintervensi kemandiriannya.
.
Mulai sekarang cobalah memberinya kepercayaan dan tanggung jawab. Buat dia mempercayai diri sendiri. Biarkan dia menyelesaikan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Hilangkan perasaan bersalah saat menolak membantu anak mengerjakan tugas sekolahnya. Apa yang kita lakukan itu karena kita mencintainya dan ingin agar ia menjadi seorang wanita yang hebat. Menjadi seorang wanita yang mandiri dan cerdas.
.
Saya percaya, kita bisa melakukannya karena kita mencintai anak-anak kita dan kita pasti ingin anak kita sukses di masa depan. Kesuksesan anak kita dimulai dari sekarang, dimulai dari pendidikan karakternya di rumah.
.
Semangat Ayah..
Semangat Bunda..
Semangat untuk keluarga Hebat di Indonesia.
Cinderella, menyebut nama ini membuat ingatan kita terpaku pada ibu peri, sepatu kaca dan pangeran tampan. Lalu apakah Cinderella Complex itu?
.
Cinderella Complex  adalah sebuah masalah psikologi dimana seorang wanita tidak dapat mandiri dan menyelamatkan diri sendiri. Pada alam bawah sadarnya dia memiliki ketakutan untuk berdiri sendiri dan membutuhkan orang lain untuk menyangganya.
.
Cinderella Complex ditulis pertama kali oleh seorang Terapis Newyork bernama Collete Dowling pada tahun 1960. Cinderella digambarkan sebagai seorang gadis cantik yang hidup bersama ibu tirinya. Cinderella hidup mengabdi pada ibu dan saudara tirinya walau dia selalu mendapat tugas berat dari ibu tirinya. Dia tetap tinggal di rumah itu tanpa upaya untuk pergi dari rumah hingga seorang pangeran tampan datang menjemputnya. 
.
Wanita dengan Cinderella Complex pun demikian. Mereka terus membutuhkan orang lain untuk membantunya hidup. Jika dia dalam masalah maka dia percaya akan ada orang lain yang menolongnya.
.
Munculnya Cinderella Complex ini karena kesalahan pola asuh dan faktor budaya. Anggapan bahwa wanita makhluk yang lemah dan harus dilindungi kaum pria membuat Cinderella Complex tumbuh subur, Sehingga mereka yang memiliki Cinderella Complex tidak berani membuat keputusan sedikitpun.
.
Pola asuh yang memanjakan dan terlalu melindungi anak perempuan juga menjadi pupuk yang menyuburkan Cinderella Complex, terutama jika yang melakukannya adalah Ayah. Tak jarang wanita dengan cinderella complex mencari pria yang jauh lebih tua yang berkepribadia seperti ayahnya sebagai pasangan hidupnya. Apakah Anda juga melakukan ini pada anak perempuan Anda? Jika iya, berubahlah mulai sekarang.. ^_^ 
.
Saya paham, sebagai orang tua kita sangat mencintai anak-anak kita. Apalagi sebagai ibu, yang mengandung dan melahirkan, tak ingin rasanya kalau anak kita disakiti oleh orang lain, ingin hati anak selalu bahagia. Hingga kadang kita terlalu mengintervensi kemandiriannya.
.
Mulai sekarang cobalah memberinya kepercayaan dan tanggung jawab. Buat dia mempercayai diri sendiri. Biarkan dia menyelesaikan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Hilangkan perasaan bersalah saat menolak membantu anak mengerjakan tugas sekolahnya. Apa yang kita lakukan itu karena kita mencintainya dan ingin agar ia menjadi seorang wanita yang hebat. Menjadi seorang wanita yang mandiri dan cerdas.
.
Saya percaya, kita bisa melakukannya karena kita mencintai anak-anak kita dan kita pasti ingin anak kita sukses di masa depan. Kesuksesan anak kita dimulai dari sekarang, dimulai dari pendidikan karakternya di rumah.
.
Semangat Ayah..
Semangat Bunda..
Semangat untuk keluarga Hebat di Indonesia.

Thursday, June 2, 2016

Sindrom Peterpan, Pria yang Menolak Dewasa (bagian kedua)

Secara teori penyebabnya adalah kesalahan pola asuh.
  • Orangtua Overprotektif : Orangtua yang terlalu melindungi anaknya mengakibatkan anak menjadi lebih susah untuk tumbuh dewasa. Anak cenderung memiliki kesulitan untuk menunjukkan kemampuannya. Sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan-tantangan kehidupan sejak dini. Menurut Dan Kiley sindrome Peterpan berkaitan dengan Sindrom Wendy dimana ibu sangat melindungi anaknya. Selanjutnya akan kita bahas tentang Sindrom Wendy.
  • Orangtua sebagai problem solver : Apapun masalah yang dihadapi anak, orangtua selalu bertindak di depan sebagai pembuat keputusan. Anak harus menurut pada orangtua apapun yang terjadi
  • Anak tidak pernah salah : masih ingat kah Mom & Dad, kalo anak jatuh yang salah lantainya? Penggunaan metode ini jika diteruskan akan menjadikan anak tidak bertanggungjawan dan tidak mau salah.
  • Memanjakan : Setiap anak kecil itu lucu dan rasanya setiap keinginannya harus dipenuhi. Apalagi kalau matanya sudah berkaca-kaca dan bibirnya mulai mewek, banyak yang luluh dan akhirnya cari aman dengan menurutinya. Tapi apakah bijak? Tidak
Jadi gimana donk kalau ternyata orang-orang didekat kita ternyata seorang peterpan?
Tenang.. Sekarang kita share cara membantu mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Paling utama adalah NIAT. Dia harus memiliki niat untuk berubah. 
  • Temani dia, peterpan rawan merasa kesepian. Jika dia merasa kesepian berlarut dan merasa beban hidupnya sangat berat, dikhawatirkan dia menjadi pengguna narkoba hanya untuk menurunkan tekanan hidupnya.
  • Dukungan keluarga dan lingkungan. Ini sangat penting karena proses ini membentuk kembali kemandiriannya. Banyak orangtua yang merasa tidak tega, maka ajak orangtua berdiskusi bahwa orangtua tidak bisa terus berada disamping anak. Bagaimana kehidupan anak saat orangtua sudah tiada? Apakah orangtua tidak merasa sedih jika anaknya gagal dalam kehidupan?
  • Beri dia kesempatan untuk bertanggungjawab. Pada fase ini saya sering merasa ingin marah pada teman peterpan saya. Dia belum terbiasa dengan tanggungjawab. Ada kalanya dia tidak melaksanakan tugas. Tapi kadang dia kelewat antusias pada tugas dari saya sehingga gagal. Saya sangat menghargai kemauan dia untuk berubah.
  • Ajak dia semakin dekat dengan Tuhan. Saya sampaikan pada teman saya bahwa Tuhan adalah penjaga kita. Berbuat baiklah pada Tuhan maka Tuhan akan menjagamu. Tidak perlu takut lagi selain pada Tuhan.

Nah sekarang cara agar anak-anak kita yang lucu dan imut saat dewasa nanti jadi pribadi yg tangguh.
1.       Dekatkan anak pada Tuhan
2.   Biarkan anak melakukan kesalahan dan biarkan dia memperbaiki kesalahannya dengan usahanya sendiri
3.       Berikan reward jika dia berbuat baik dan punishment jika dia berbuat salah
4.       Biarkan dia mencoba banyak hal baru
5.       Beri kesempatan anak untuk mandiri

Sekian pembahasan tentang sindrome Peterpan.
Semoga keluarga kita adalah pribadi yang tangguh.
Amin.. J
Secara teori penyebabnya adalah kesalahan pola asuh.
  • Orangtua Overprotektif : Orangtua yang terlalu melindungi anaknya mengakibatkan anak menjadi lebih susah untuk tumbuh dewasa. Anak cenderung memiliki kesulitan untuk menunjukkan kemampuannya. Sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan-tantangan kehidupan sejak dini. Menurut Dan Kiley sindrome Peterpan berkaitan dengan Sindrom Wendy dimana ibu sangat melindungi anaknya. Selanjutnya akan kita bahas tentang Sindrom Wendy.
  • Orangtua sebagai problem solver : Apapun masalah yang dihadapi anak, orangtua selalu bertindak di depan sebagai pembuat keputusan. Anak harus menurut pada orangtua apapun yang terjadi
  • Anak tidak pernah salah : masih ingat kah Mom & Dad, kalo anak jatuh yang salah lantainya? Penggunaan metode ini jika diteruskan akan menjadikan anak tidak bertanggungjawan dan tidak mau salah.
  • Memanjakan : Setiap anak kecil itu lucu dan rasanya setiap keinginannya harus dipenuhi. Apalagi kalau matanya sudah berkaca-kaca dan bibirnya mulai mewek, banyak yang luluh dan akhirnya cari aman dengan menurutinya. Tapi apakah bijak? Tidak
Jadi gimana donk kalau ternyata orang-orang didekat kita ternyata seorang peterpan?
Tenang.. Sekarang kita share cara membantu mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Paling utama adalah NIAT. Dia harus memiliki niat untuk berubah. 
  • Temani dia, peterpan rawan merasa kesepian. Jika dia merasa kesepian berlarut dan merasa beban hidupnya sangat berat, dikhawatirkan dia menjadi pengguna narkoba hanya untuk menurunkan tekanan hidupnya.
  • Dukungan keluarga dan lingkungan. Ini sangat penting karena proses ini membentuk kembali kemandiriannya. Banyak orangtua yang merasa tidak tega, maka ajak orangtua berdiskusi bahwa orangtua tidak bisa terus berada disamping anak. Bagaimana kehidupan anak saat orangtua sudah tiada? Apakah orangtua tidak merasa sedih jika anaknya gagal dalam kehidupan?
  • Beri dia kesempatan untuk bertanggungjawab. Pada fase ini saya sering merasa ingin marah pada teman peterpan saya. Dia belum terbiasa dengan tanggungjawab. Ada kalanya dia tidak melaksanakan tugas. Tapi kadang dia kelewat antusias pada tugas dari saya sehingga gagal. Saya sangat menghargai kemauan dia untuk berubah.
  • Ajak dia semakin dekat dengan Tuhan. Saya sampaikan pada teman saya bahwa Tuhan adalah penjaga kita. Berbuat baiklah pada Tuhan maka Tuhan akan menjagamu. Tidak perlu takut lagi selain pada Tuhan.

Nah sekarang cara agar anak-anak kita yang lucu dan imut saat dewasa nanti jadi pribadi yg tangguh.
1.       Dekatkan anak pada Tuhan
2.   Biarkan anak melakukan kesalahan dan biarkan dia memperbaiki kesalahannya dengan usahanya sendiri
3.       Berikan reward jika dia berbuat baik dan punishment jika dia berbuat salah
4.       Biarkan dia mencoba banyak hal baru
5.       Beri kesempatan anak untuk mandiri

Sekian pembahasan tentang sindrome Peterpan.
Semoga keluarga kita adalah pribadi yang tangguh.
Amin.. J

Thursday, May 26, 2016

Peterpan Sindrom, Pria yang menolak dewasa (bagian pertama)

Membaca judul diatas mengingatkan saya pada sosok anak laki-laki berbaju hijau. Yang membayangkan sosok itu, angkat tangan.. ^_^ Atau ada yang membayangkan Ariel Noah?

Sindrom Peterpan ini mengarah pada laki-laki dewasa yang menolak menjadi dewasa. Secara fisik dia sudah menjadi dewasa seutuhnya, namun secara kejiwaan dia tidak siap. Kelainan ini dinamakan sindrom peterpan berdasarkan buku dari James Matthew Barrie tentang seorang anak yang tak ingin dewasa dan tinggal di Neverland di mana manusia tak bisa jadi tua.

Para peterpan ini umumnya memiliki ketakutan dan perasaan tidak mampu menjadi orang dewasa, dimana dia harus memikul tanggung jawab, bekerja, mematuhi norma, dan tantangan lainnya. Di Indonesia, sindrom peterpan kebanyakan terjadi pada kaum  pria dimana saat berumah tangga pria memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Menurut Dr. Dan Kiley penulis buku berjudul The Peter Pan Syndrome (1983) gejala dari peterpan sindrome antara lain:
  • Takut dalam mengambil keputusan
  • Membutuhkan nasehat dan keyakinan dari orang lain
  • Sakit hati jika dikritik atau ditolak
  • Tidak nyaman /tidak berdaya jika sendiri (merasa kesepian)
  • Sangat kecewa jika hubungan berakhir
  • Kurang percaya diri
  • Tidak mempunyai inisiatif
  • Takut mempunyai hubungan serius dengan lawan jenis

Gejala lainnya yang muncul antara lain :
  • Mencintai diri sendiri
  • Bergantung pada orang lain
  • Cenderung pemarah dan pemberontak
  • Susah untuk mengungkapkan perasaan cinta
  • Menolak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan
  • Susah untuk meminta maaf
  • Mudah depresi dan susah relaks
  • Suka menunda
Teman-teman pembaca ada yang merasa memiliki ciri-ciri diatas?
Yuk Lanjut membaca?

Saya memiliki teman seorang Peterpan. Kami tidak sengaja bertemu di sebuah acara. Yang menarik perhatian saya, dia ini “ngeyel” saat apa yg disampaikannya itu di tolak orang lain. Padahal menurut saya pendapat si peterpan ini memang salah. Saat diberitahu bahwa dia salah pun dia tidak mau mengakui kesalahannya. Kemudian dia duduk terlihat sedih, saya jadi tertarik dengan dia. Bukan tertarik jatuh cinta ya, tapi tertarik dengan kepribadiannya.

Akhirnya kami intens komunikasi via online. Sifatnya yang lain pun keluar seperti tidak mau mendapat tugas dan tanggungjawab, tidak bisa berinisiatif serta diam ditempat sebelum ada orang yang menyeretnya untuk pindah.

Nah kira-kira kenapa nih teman saya ini menjadi peterpan?
Mau tau lebih lanjut ga?
Untuk tau lebih lanjut, silahkan klik Disini
Membaca judul diatas mengingatkan saya pada sosok anak laki-laki berbaju hijau. Yang membayangkan sosok itu, angkat tangan.. ^_^ Atau ada yang membayangkan Ariel Noah?

Sindrom Peterpan ini mengarah pada laki-laki dewasa yang menolak menjadi dewasa. Secara fisik dia sudah menjadi dewasa seutuhnya, namun secara kejiwaan dia tidak siap. Kelainan ini dinamakan sindrom peterpan berdasarkan buku dari James Matthew Barrie tentang seorang anak yang tak ingin dewasa dan tinggal di Neverland di mana manusia tak bisa jadi tua.

Para peterpan ini umumnya memiliki ketakutan dan perasaan tidak mampu menjadi orang dewasa, dimana dia harus memikul tanggung jawab, bekerja, mematuhi norma, dan tantangan lainnya. Di Indonesia, sindrom peterpan kebanyakan terjadi pada kaum  pria dimana saat berumah tangga pria memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Menurut Dr. Dan Kiley penulis buku berjudul The Peter Pan Syndrome (1983) gejala dari peterpan sindrome antara lain:
  • Takut dalam mengambil keputusan
  • Membutuhkan nasehat dan keyakinan dari orang lain
  • Sakit hati jika dikritik atau ditolak
  • Tidak nyaman /tidak berdaya jika sendiri (merasa kesepian)
  • Sangat kecewa jika hubungan berakhir
  • Kurang percaya diri
  • Tidak mempunyai inisiatif
  • Takut mempunyai hubungan serius dengan lawan jenis

Gejala lainnya yang muncul antara lain :
  • Mencintai diri sendiri
  • Bergantung pada orang lain
  • Cenderung pemarah dan pemberontak
  • Susah untuk mengungkapkan perasaan cinta
  • Menolak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan
  • Susah untuk meminta maaf
  • Mudah depresi dan susah relaks
  • Suka menunda
Teman-teman pembaca ada yang merasa memiliki ciri-ciri diatas?
Yuk Lanjut membaca?

Saya memiliki teman seorang Peterpan. Kami tidak sengaja bertemu di sebuah acara. Yang menarik perhatian saya, dia ini “ngeyel” saat apa yg disampaikannya itu di tolak orang lain. Padahal menurut saya pendapat si peterpan ini memang salah. Saat diberitahu bahwa dia salah pun dia tidak mau mengakui kesalahannya. Kemudian dia duduk terlihat sedih, saya jadi tertarik dengan dia. Bukan tertarik jatuh cinta ya, tapi tertarik dengan kepribadiannya.

Akhirnya kami intens komunikasi via online. Sifatnya yang lain pun keluar seperti tidak mau mendapat tugas dan tanggungjawab, tidak bisa berinisiatif serta diam ditempat sebelum ada orang yang menyeretnya untuk pindah.

Nah kira-kira kenapa nih teman saya ini menjadi peterpan?
Mau tau lebih lanjut ga?
Untuk tau lebih lanjut, silahkan klik Disini
 
Ultramom dan Ultrababy Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template